Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
Hukum

Tim Hotman 911 Datangi Korban Dugaan Penganiayaan Siswa SMP di Jalaksana

×

Tim Hotman 911 Datangi Korban Dugaan Penganiayaan Siswa SMP di Jalaksana

Sebarkan artikel ini
Tim Hotman 911 mendatangi korban dugaan penganiayaan siswa SMP di Jalaksana Kuningan
Tim Hotman 911 mengunjungi korban dugaan penganiayaan siswa SMP di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kuningan.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM – Keprihatinan terhadap kondisi MNR, siswa salah satu SMPN di Kecamatan Jalaksana yang menjadi korban dugaan penganiayaan, mendapat perhatian dari Tim Hotman 911.

Tim Hotman 911 asal Kota Cirebon yang dipimpin Pengacara DR(HC) R Reza SE SH MH PhD mendatangi kediaman MNR di Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Selasa (15/9/2026) siang.

WartaNewsTVToday

Dalam kunjungan tersebut, tim hukum menyerahkan bingkisan kepada korban sekaligus menyampaikan salam dari Hotman Paris. Kedatangan mereka juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi korban yang saat ini masih dalam proses pemulihan.

Reza berharap MNR yang sempat menjalani operasi akibat mengalami pendarahan di otak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.
“Kita tim Hotma 911 akan memberikan bantuan hukum gratis apabila diperlukan,” ujar Reza.
Pengacara yang sebelumnya sempat menangani kasus anak meninggal di RS Linggarjati itu juga berharap keluarga korban memperoleh keadilan atas perkara yang tengah mereka hadapi.

Reza mengatakan dirinya mendapat informasi dari keluarga bahwa dugaan penganiayaan tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Polres Kuningan. Namun, pihaknya mengaku belum memperoleh informasi secara detail mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.

Sebelumnya, kasus dugaan penganiayaan terhadap siswa SMP oleh siswa SMK tersebut menjadi perhatian publik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan diduga bermula dari masalah perempuan. Korban dan terduga pelaku disebut saling mengenal dan korban diduga sempat dijemput dari kediamannya sebelum peristiwa terjadi.

Usai mengalami pemukulan, korban sempat diantar kembali ke rumah. Namun, kondisi korban kemudian memburuk dan diketahui mengalami pendarahan di otak hingga harus menjalani tindakan operasi dengan sekitar 30 jahitan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *