MAJALENGKA, WARTANEWSTVTODAY.COM— Ada yang unik di Kabupaten Majalengka. Sebuah gang di Blok Panyindangan, Desa Cieurih, Kecamatan Maja, memiliki nama yang cukup mengundang penasaran Gang Kondom.
Berada di wilayah RT 3/RW 4, nama gang tersebut sekilas terdengar nyeleneh. Namun, di balik nama yang tak biasa itu ternyata terdapat cerita tentang program Kampung Keluarga Berencana (KB) yang pernah diterapkan di kawasan tersebut. Rabu 12 Agustus 2026
Kepala Desa Cieurih, Acep Beny Bunyanudin, mengatakan nama Gang Kondom sudah ada jauh sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa. Saat itu, Acep masih aktif sebagai Ketua Karang Taruna.
“Kalau Gang Kondom itu kalau enggak salah sebelum saya menjabat. Waktu itu saya masih Ketua Karang Taruna. Itu Gang Kondom tepatnya di Blok Panyindangan,” ujar Acep saat diwawancarai belum lama ini.
Menurut Acep, Blok Panyindangan memang pernah menjadi salah satu wilayah yang menerapkan konsep Kampung KB. Sejumlah gang di kawasan tersebut kemudian diberi nama yang berkaitan dengan program keluarga berencana maupun alat kontrasepsi.
“Pertama iya, karena itu Kampung KB. Jadi gang itu berkaitan dengan gang KB,” katanya.
Diperkirakan Muncul Sejak 2019
Acep memperkirakan penggunaan nama Gang Kondom mulai sekitar 2019. Kala itu, Kabupaten Majalengka masih berada di bawah kepemimpinan Bupati Karna Sobahi.
“Kalau tahunnya kurang pasti. Kalau enggak salah itu 2019-an,” tuturnya.
Gang Kondom pun ternyata bukan satu-satunya gang yang menggunakan istilah berkaitan dengan program KB. Ada sejumlah gang lain di kawasan tersebut yang juga mengambil nama dari istilah atau alat kontrasepsi.
“Enggak cuma Gang Kondom saja. Ada banyak gang-gang lain. Cuma saya lupa satu-satunya,” ujar Acep.
Bukan Sekadar Nama, Ada Pesan Edukasi
Di balik nama yang terdengar unik tersebut, terdapat tujuan edukasi. Penamaan gang dengan istilah alat kontrasepsi merupakan bagian dari upaya mengenalkan program KB kepada masyarakat.
“Iya nama-nama alat KB, karena itu kampung KB,” ucap Acep.
Meski hingga kini nama tersebut belum sepenuhnya berubah, masyarakat setempat disebut sudah jarang menyebutnya sebagai Gang Kondom. Salah satu alasannya karena nama tersebut dianggap kurang lazim dan terkesan vulgar.
“Nama-nama gang-nya masih yang itu. Tapi jarang disebut sama masyarakat. Kenapa jarang disebut, karena menurut kami di sini itu terlalu vulgar,” kata Acep.
Namun, ia menegaskan bahwa sejak awal pemberian nama tersebut tidak dimaksudkan untuk hal-hal yang vulgar. Nama itu dibuat sebagai bagian dari edukasi mengenai keluarga berencana.
“Padahal sebetulnya tujuannya untuk edukasi, karena kampung tersebut adalah Kampung KB,” tegasnya.
Kini, Gang Kondom di Blok Panyindangan menjadi salah satu cerita unik dari Desa Cieurih. Nama yang sekilas mengundang senyum dan rasa penasaran itu ternyata menyimpan jejak program edukasi keluarga berencana yang pernah hidup di tengah masyarakat.
(1)
alt="WartaNewsTVToday"
style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />










