Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
Pendidikan

Tiga Madrasah Kolaborasi: Perkuat Kompetensi Guru Melalui Workshop Kurikulum

×

Tiga Madrasah Kolaborasi: Perkuat Kompetensi Guru Melalui Workshop Kurikulum

Sebarkan artikel ini
Workshop Kurikulum Berbasis Cinta tiga madrasah di Kabupaten Kuningan
Tiga madrasah di Kabupaten Kuningan berkolaborasi menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta untuk meningkatkan kompetensi guru.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM — Tiga madrasah, yakni MTs Darussalam Japara Kecamatan Japara  MTs Nurul Huda Timbang Kecamatan Cigandamekar ,dan MTs Al-Maemun Sindangbarang Kecamatan Jalaksana Kab Kuninhan berkolaborasi menggelar Workshop Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula MTs Darussalam Japara ini diikuti 45 peserta dari ketiga madrasah.

WartaNewsTVToday

Workshop menghadirkan Ano Sutarno, M.Pd., Pengawas Pembina Madrasah, sebagai pemateri. Kegiatan difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis cinta, dengan mengintegrasikan nilai empati, kasih sayang, spiritualitas, dan profesionalisme dalam proses pembelajaran.

Kepala MTs Darussalam Japara, Oman Sofwatul Rohman, S.Pd.I., menegaskan bahwa kolaborasi antar madrasah menjadi langkah strategis untuk menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan mutu pendidik.

“Kompetensi profesional seorang guru tidak boleh mandek, melainkan harus terus diasah. Lewat Workshop Kurikulum Berbasis Cinta ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh tenaga pendidik memiliki kecakapan profesional yang tinggi dalam mengelola kelas. Landasannya adalah empati, kasih sayang, dan perangkat pembelajaran yang terstruktur baik.”

Sementara itu, Kepala MTs Al-Maemun Sindangbarang, Dadang Suhendar, S.Pd., memandang KBC bukan sekadar konsep pembelajaran, tetapi pengalaman rasa yang perlu dihadirkan dalam kehidupan pendidikan.

“Cinta itu bukan sekadar pengetahuan, melainkan pengalaman rasa. Merasakan cinta kepada Tuhan, Rasul, ilmu, alam, dan tanah air adalah inti spiritualitas yang kami hadirkan melalui workshop KBC.”

Kolaborasi tiga madrasah ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi berlanjut menjadi praktik nyata di ruang kelas. Dengan perangkat pembelajaran yang disusun berbasis cinta, guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, dan menyentuh hati peserta didik.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *