Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
Jawa Barat

Milangkala ke-528 Kuningan, Dandim 0615 Ajak Melesat Tanpa Lupakan Jati Diri

×

Milangkala ke-528 Kuningan, Dandim 0615 Ajak Melesat Tanpa Lupakan Jati Diri

Sebarkan artikel ini
Dandim 0615 Kuningan Letkol Ach Hafda Prima Agung pada Milangkala ke-528 Kabupaten Kuningan
Dandim 0615/Kuningan Letkol Ach. Hafda Prima Agung menyampaikan pesan persatuan dan pelestarian budaya pada Milangkala ke-528 Kabupaten Kuningan.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM – Momentum Milangkala ke-528 Kabupaten Kuningan menjadi refleksi penting bagi seluruh masyarakat untuk terus menjaga jati diri, memperkuat persatuan, sekaligus melangkah maju menghadapi perubahan zaman.

Mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, peringatan Milangkala ke-528 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat pembangunan yang berakar pada nilai-nilai sejarah, budaya, kearifan lokal, serta karakter masyarakat Kuningan.

WartaNewsTVToday

Dandim 0615/Kuningan Letkol Ach. Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., menyampaikan bahwa perjalanan panjang Kabupaten Kuningan selama 528 tahun merupakan sebuah warisan sejarah sekaligus amanah yang harus dijaga dan diteruskan oleh generasi masa kini.

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan fisik dan perkembangan teknologi, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat mampu mempertahankan identitas, nilai kebersamaan, gotong royong, serta karakter daerah di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

“Milangkala ke-528 Kabupaten Kuningan menjadi momentum bagi kita semua untuk melakukan refleksi atas perjalanan panjang yang telah dilalui. Kita harus terus melesat mengikuti perkembangan zaman, tetapi pada saat yang sama tidak boleh kehilangan akar sejarah, budaya dan jati diri Kuningan,” ujar Dandim 0615/Kuningan.
Melesat Menghadapi Perubahan Zaman

Dandim menilai tema “Melesat Ngudag Jaman” memiliki makna strategis bagi masyarakat Kuningan. Perkembangan teknologi, transformasi digital, dinamika sosial dan tantangan global menuntut seluruh elemen masyarakat untuk memiliki kemampuan beradaptasi serta terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Kemajuan zaman harus disikapi dengan optimisme, kreativitas dan semangat inovasi. Generasi muda Kuningan, khususnya, diharapkan mampu menjadi motor penggerak kemajuan daerah dengan memanfaatkan teknologi secara positif serta tetap menjunjung tinggi nilai moral dan kebangsaan.

“Ngudag jaman bukan berarti meninggalkan nilai-nilai yang telah diwariskan para pendahulu. Justru kita harus mampu menjadikan kemajuan teknologi dan perkembangan zaman sebagai sarana untuk membawa potensi Kuningan semakin dikenal dan semakin maju,” ungkapnya.

Menurut Letkol Ach. Hafda Prima Agung, Kabupaten Kuningan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, baik di bidang pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, budaya maupun sumber daya manusia.

Potensi tersebut membutuhkan sinergi seluruh komponen daerah agar dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Ngakar Kuat pada Jati Diri dan Sejarah
Sementara itu, makna “Ngakar Kuat Purwadaksi” menjadi pengingat bahwa setiap langkah menuju masa depan harus tetap berpijak pada sejarah dan nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Kuningan.

Kemajuan tanpa akar budaya dikhawatirkan dapat membuat generasi kehilangan arah. Karena itu, semangat modernisasi harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penghormatan terhadap sejarah.

Dandim 0615/Kuningan menegaskan bahwa TNI, khususnya Kodim 0615/Kuningan, akan terus berkomitmen menjadi bagian dari pembangunan daerah melalui penguatan sinergitas dengan pemerintah daerah, Polri, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan seluruh elemen masyarakat.

“Jati diri dan budaya merupakan kekuatan yang tidak boleh kita tinggalkan. Kita boleh melangkah jauh, tetapi harus tetap mengetahui dari mana kita berasal. Kita boleh mengejar kemajuan, tetapi harus tetap kuat memegang nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya.
Menjaga Kondusivitas, Memperkuat Kebersamaan

Dalam momentum Milangkala ke-528 ini, Dandim juga mengajak seluruh masyarakat Kuningan untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.

Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat

Lingkungan yang aman, damai dan kondusif menjadi modal utama bagi keberlangsungan pembangunan. Dengan kondisi yang stabil, masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial dan budaya secara optimal.

“Kita semua memiliki peran dalam menjaga Kuningan tetap aman, nyaman dan kondusif. Perbedaan pilihan, pandangan maupun latar belakang jangan sampai menjadi alasan untuk memecah persatuan. Mari kita kedepankan persaudaraan, gotong royong dan kepentingan bersama,” katanya.

Dandim juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Milangkala ke-528 sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial serta semangat membangun daerah secara bersama-sama.

Generasi Muda sebagai Penentu Masa Depan
Lebih lanjut, Letkol Ach. Hafda Prima Agung memberikan perhatian khusus terhadap peran generasi muda dalam menentukan masa depan Kabupaten Kuningan.

Generasi muda dinilai memiliki energi, kreativitas dan kemampuan adaptasi yang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan masa depan.

Namun, kemajuan tersebut harus dibarengi dengan karakter yang kuat, disiplin, semangat belajar dan kecintaan terhadap daerah.

“Anak-anak muda Kuningan adalah bagian penting dari masa depan daerah ini. Jadilah generasi yang berprestasi, kreatif, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat. Gunakan teknologi untuk hal-hal yang produktif dan membangun,” pesannya.

Ia berharap semangat Milangkala ke-528 dapat menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi Kuningan.

Sinergi untuk Kuningan yang Semakin Maju
Kodim 0615/Kuningan, lanjut Dandim, akan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam rangka mendukung program pembangunan daerah.

Sinergitas antara TNI, pemerintah daerah, Polri dan masyarakat merupakan kekuatan penting dalam menciptakan stabilitas serta mendukung percepatan pembangunan.

“Pembangunan adalah pekerjaan bersama. Tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi, kolaborasi dan kebersamaan seluruh komponen masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut terus terpelihara dan menjadi modal sosial bagi Kabupaten Kuningan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

528 Tahun Kuningan, Menatap Masa Depan
Milangkala ke-528 Kabupaten Kuningan pada 1 September 2026 menjadi perjalanan panjang yang sarat makna. Dari sejarah panjang tersebut, terdapat nilai perjuangan, keteladanan dan kearifan yang harus terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Di tengah derasnya perubahan zaman, Kuningan diharapkan mampu terus bergerak maju tanpa kehilangan identitasnya.

“Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi” menjadi semangat untuk bergerak cepat menuju masa depan, namun tetap kokoh berpijak pada akar sejarah, budaya dan nilai-nilai luhur masyarakat.

Dandim 0615/Kuningan Letkol Ach. Hafda Prima Agung, S.I.P., M.Sc., M.Si., mengucapkan selamat Milangkala ke-528 Kabupaten Kuningan kepada seluruh masyarakat.

“Selamat Milangkala ke-528 Kabupaten Kuningan. Semoga Kuningan semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, daerahnya semakin aman dan kondusif, serta seluruh potensi yang dimiliki dapat berkembang untuk kesejahteraan masyarakat. Mari kita terus melangkah bersama, menjaga persatuan dan membangun Kuningan dengan semangat gotong royong,” pungkasnya.

Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi.
Kuningan maju, Kuningan berbudaya, Kuningan semakin sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *