Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
KuninganNasionalPemerintah

Cegah Api Sebelum Datang, MPA Hidupkan Lagi Embung di Lereng Ciremai

×

Cegah Api Sebelum Datang, MPA Hidupkan Lagi Embung di Lereng Ciremai

Sebarkan artikel ini
Relawan MPA Majakuning mengaktifkan embung air untuk mencegah karhutla di Bukit Seribu Bintang TNGC
Relawan MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning bergotong royong mengaktifkan kembali embung air di kawasan Bukit Seribu Bintang TNGC.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terus dilakukan. Sebanyak 20 relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) Paguyuban Silihwangi Majakuning bergotong royong mengaktifkan kembali embung air di kawasan Bukit Seribu Bintang, Senin (14/9/2026).

Embung berkapasitas 4.000 liter yang berada di ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut sempat tidak berfungsi selama dua tahun. Kini, instalasi dan jaringan saluran air kembali diperbaiki untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran hutan.

WartaNewsTVToday

Perbaikan embung didukung jaringan pipa sepanjang kurang lebih 5 kilometer yang terhubung dengan mata air Sibagawat. Selain itu, relawan juga memasang toren berkapasitas 1.000 liter di titik yang lebih tinggi agar distribusi air dapat mengalir secara gravitasi menuju kawasan yang rawan terjadi kebakaran.

Ketua MPA Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Juniar Arif, S.Hut., mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana kebakaran hutan sekaligus menjaga kelestarian vegetasi dan tanaman endemik Gunung Ciremai.

Menurutnya, ketersediaan sumber air menjadi faktor penting dalam mendukung penanganan dini apabila terjadi kebakaran di kawasan hutan konservasi.

Kita siapkan air sebelum api datang. Ciremai harus dijaga bersama, dan pencegahan bisa dimulai dari langkah sederhana masyarakat,” ujar Nandar.

Ia menambahkan, fungsi embung tidak hanya untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan saat musim kemarau. Pada musim hujan, fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan persemaian, penyimpanan bibit, hingga pemeliharaan tanaman konservasi di kawasan TNGC.

Seluruh proses perbaikan dilakukan secara swadaya dan gotong royong oleh para relawan. Semangat kebersamaan itu menjadi bukti bahwa upaya menjaga kelestarian alam tidak harus menunggu bencana terjadi.

Dengan tersedianya pasokan air yang memadai, para relawan berharap kawasan Gunung Ciremai dapat lebih siap menghadapi ancaman karhutla. Bagi mereka, mencegah kebakaran jauh lebih penting daripada memadamkan api yang sudah terlanjur membesar.

Karena itu, langkah sederhana seperti mengaktifkan kembali embung air menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan dan ekosistem Gunung Ciremai untuk generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *