KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM— Pemerintah Desa (Pemdes) Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, bersama masyarakat melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan area makam Eyang Jatikersa atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan Buyut Salikur, yang berada di Blok Jatikersa, Dusun Pahing, RT 11/RW 05, Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan.

Kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan bagian dari kepedulian Pemerintah Desa Sadamantra bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan, kelestarian, serta kenyamanan lingkungan, khususnya kawasan makam yang memiliki nilai sejarah dan menjadi bagian dari kehidupan sosial serta budaya masyarakat setempat.
Kepala Desa Sadamantra, Moh. Dimyati, mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih makam bukan hanya sebatas menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antara pemerintah desa dengan masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan program rutin yang dilaksanakan secara berkala sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan tempat-tempat yang memiliki nilai penting bagi masyarakat Desa Sadamantra.
“Bersih-bersih seperti ini merupakan kegiatan rutin. Kami ingin menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman, sekaligus menumbuhkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat,” ujar Moh. Dimyati.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah desa bersama warga bahu-membahu membersihkan berbagai bagian di sekitar makam. Sampah dan rerumputan yang mengganggu dibersihkan, sementara area sekitar makam ditata agar terlihat lebih rapi dan nyaman.
Semangat gotong royong terlihat dalam kegiatan tersebut. Masyarakat dari lingkungan sekitar turut berpartisipasi secara langsung, sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Bagi masyarakat Desa Sadamantra, keberadaan makam Eyang Jatikersa atau Buyut Salikur tidak hanya dipandang sebagai sebuah tempat pemakaman, tetapi juga merupakan salah satu bagian dari jejak sejarah dan kearifan lokal yang perlu dijaga keberadaannya.
Karena itu, kegiatan pemeliharaan dan kebersihan lingkungan makam dinilai penting agar kawasan tersebut tetap terawat dan dapat terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Kades Moh. Dimyati menambahkan bahwa budaya gotong royong harus terus dipertahankan. Menurutnya, kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat merupakan modal penting dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, nyaman, dan tertata.
“Pemerintah desa tidak bisa berjalan sendiri. Peran serta masyarakat sangat penting. Dengan gotong royong, pekerjaan yang berat menjadi ringan dan hubungan silaturahmi antarwarga juga semakin kuat,” katanya.
Ia berharap kegiatan bersih-bersih tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi kebiasaan yang terus dilakukan masyarakat. Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya, perlu ditanamkan secara berkelanjutan.
Selain menjaga kebersihan, kegiatan kerja bakti juga menjadi momentum untuk mempererat komunikasi antara pemerintah desa dengan warga. Melalui kegiatan yang dilakukan bersama, berbagai aspirasi dan persoalan di lingkungan masyarakat dapat lebih mudah disampaikan secara langsung.
Pemdes Sadamantra berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan kemasyarakatan yang mengedepankan semangat kebersamaan, kepedulian lingkungan, dan gotong royong.
Kegiatan bersih-bersih di makam Eyang Jatikersa/Buyut Salikur tersebut pun diharapkan dapat menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari lingkungan terdekat dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Dengan terjaganya kebersihan kawasan makam di Blok Jatikersa, Dusun Pahing, RT 11/RW 05, Desa Sadamantra, diharapkan lingkungan sekitar tetap asri, nyaman, dan terawat. Lebih dari itu, semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat pedesaan dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
alt="WartaNewsTVToday"
style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />










