KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM – Siapa sangka tutut—kuliner sederhana yang lekat dengan kehidupan masyarakat pedesaan—bisa menjadi magnet sebuah festival berskala Jawa Barat?
Di kawasan wisata Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, tutut naik kelas melalui Festival Ngecrok Tutut Sajagat Sajedingna, bagian dari rangkaian BUMDes Festival Jawa Barat 2026.
Bukan sekadar pesta kuliner, festival ini menjadikan tutut sebagai simbol bahwa potensi desa yang terlihat sederhana pun bisa berubah menjadi kekuatan ekonomi ketika disentuh kreativitas, dikemas menarik dan dipertemukan dengan pasar.
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menilai Festival Ngecrok Tutut Sajagat sejalan dengan semangat membangun ekonomi berbasis potensi lokal.
Menurutnya, sesuatu yang kecil, sederhana dan unik justru dapat menjadi istimewa apabila dikelola dengan baik serta memiliki strategi pemasaran yang tepat.
“Yang kecil, yang sederhana, yang unik ini akan menjadi istimewa,” ujar Dian.
Ia menilai tutut menjadi contoh nyata bagaimana potensi yang selama ini kerap dipandang sebelah mata dapat diolah menjadi produk ekonomi sekaligus daya tarik wisata.
Filosofi tersebut, kata Dian, juga menggambarkan bagaimana seharusnya BUMDes bekerja. Potensi desa tidak harus selalu berupa produk mewah. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan mengolah potensi, menciptakan nilai tambah, membangun pasar dan memastikan usaha memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan hanya punya produk tetapi tidak punya pasar. Jangan hanya bisa membangun tetapi tidak bisa menjalankan. Jangan hanya hidup dari pasar lokal, kalau bisa regional, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.
Dian mengingatkan agar BUMDes tidak sekadar hadir secara administratif tanpa menghasilkan manfaat nyata bagi desa.
“Jangan hanya sekadar ada, tapi menghasilkan. Banyak yang hanya papan nama, dibentuk karena keharusan, tetapi akhirnya dibentuk namun tidak berbentuk,” katanya.
Karena itu, ia mendorong BUMDes dikelola secara profesional, mulai dari penguatan sumber daya manusia, tata kelola, produksi, pemasaran hingga perluasan jaringan usaha.
Pemerintah daerah, lanjut Dian, juga harus mengambil peran dalam membuka akses perizinan, pasar, permodalan, peningkatan kapasitas SDM hingga penguatan branding produk-produk desa.
Tutut, Kuliner Lokal yang Jadi Atraksi Wisata
Dian menyambut baik penyelenggaraan BUMDes Festival Jawa Barat 2026 di Waduk Darma. Menurutnya, festival bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang bertemunya potensi desa, kreativitas masyarakat, pasar, kebijakan pemerintah dan peluang investasi.
Ia juga melihat Festival Ngecrok Tutut Sajagat mampu memperkuat identitas Waduk Darma sebagai destinasi wisata.
Dengan mengangkat kuliner lokal menjadi sebuah atraksi, Waduk Darma tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman khas yang lahir dari kehidupan dan kreativitas masyarakat setempat.
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman. Ia menilai tutut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari kekayaan pangan lokal, termasuk dari sisi kandungan protein hewani.
alt="WartaNewsTVToday"
style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />












