Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
Ekonomi

Milangkala Kopi Hawu ke-6, Kolaborasi UMKM dan Penguatan Ekonomi Lokal Jadi Sorotan

×

Milangkala Kopi Hawu ke-6, Kolaborasi UMKM dan Penguatan Ekonomi Lokal Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Milangkala Kopi Hawu ke-6 yang memperkuat kolaborasi UMKM dan ekonomi lokal Kabupaten Kuningan.
Milangkala Kopi Hawu ke-6 menjadi momentum memperkuat kolaborasi dengan UMKM dan pengembangan potensi ekonomi lokal Kuningan.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM — Enam tahun perjalanan Kopi Hawu menjadi ruang untuk melihat lebih jauh perkembangan usaha dan potensi ekonomi lokal di Kabupaten Kuningan. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk memperkuat keterhubungan antara pelaku usaha, UMKM, komunitas, dan pemerintah.

Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan mengatakan, keberlangsungan sebuah usaha perlu diikuti dengan kemampuan untuk beradaptasi. Perubahan zaman menuntut pelaku ekonomi tidak hanya mempertahankan apa yang sudah berjalan, tetapi juga terus mencari ruang pengembangan.

WartaNewsTVToday

Ia menilai, hubungan antara dunia usaha dengan unsur masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membangun ekonomi daerah. Budaya yang telah menjadi identitas masyarakat tetap dapat dipertahankan tanpa menutup diri terhadap perubahan.

“Setiap milangkala harus ada kesempatan untuk melakukan perubahan dan transformasi. Kita tetap memelihara dan menjaga hubungan antara owner, pelaku budaya dan pelaku ekonomi, tetapi semuanya bergerak menuju perubahan yang positif,” ungkapnya.

Dalam pengembangan produk, menurutnya, pelaku usaha perlu memperhatikan tiga aspek yang saling berkaitan, yakni logika, estetika, dan etika.

Logika diperlukan sebagai dasar pengambilan keputusan melalui data dan informasi. Sementara estetika berhubungan dengan bagaimana produk memiliki daya tarik. Adapun etika menyangkut karakter, moral, dan integritas yang melekat pada pelaku usaha maupun produk yang dihasilkan.

Ketiga aspek tersebut dinilai dapat menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.

“Kalau logika, estetika dan etika ini bergabung, bisa menjadi sesuatu yang luar biasa. Ketika kita menjaga dan membangun etika serta karakter yang kita miliki, itu menjadi sebuah kekuatan,” jelasnya.

Selain persoalan kualitas dan daya tarik produk, aspek legalitas juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah memiliki peran dalam mendorong pelaku usaha agar memenuhi berbagai persyaratan yang berkaitan dengan kegiatan usahanya.

Milangkala Kopi Hawu ke-6
Milangkala Kopi Hawu ke-6 hadir Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian (Diskopdagperin) Kabupaten Kuningan

Kepastian tersebut juga berkaitan dengan kepentingan konsumen. Produk yang dipasarkan kepada masyarakat diharapkan memenuhi aspek kelayakan, kesehatan, keamanan, serta ketentuan halal sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Bagaimana kita membangun keragaman dan kualitas produk, itu menjadi bagian yang harus kita dorong bersama. Konsumen harus mendapatkan produk yang layak, sehat dan memberikan rasa aman,” katanya.

Di sisi lain, keberadaan UMKM dinilai memiliki posisi penting dalam rantai ekonomi lokal. Karena itu, kolaborasi yang dibangun Kopi Hawu bersama para pelaku UMKM mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.

“Terima kasih kepada Kopi Hawu yang bisa bersinergi dengan para UMKM. Kita membangun ekonomi dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Pembangunan ekonomi dari hulu hingga hilir mencakup berbagai tahapan yang saling berhubungan. Mulai dari ketersediaan bahan baku, proses produksi dan pengolahan, peningkatan kualitas, pemasaran, hingga produk diterima konsumen.

Pola tersebut dinilai penting untuk menciptakan rantai ekonomi yang tidak terputus sekaligus membuka peluang agar nilai tambah produk lebih banyak dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat daerah.

Potensi kopi Kuningan juga menjadi salah satu sektor yang dinilai masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Karakter kopi yang dimiliki daerah tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan produk lokal apabila didukung dengan pengelolaan dan ekosistem usaha yang baik.

“Karakter kopi di Kabupaten Kuningan memiliki potensi untuk bangkit. Kita akan membangun ekosistem dari hulu sampai hilir. Ujungnya adalah bagaimana ekonomi ini mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Milangkala Kopi Hawu ke-6 dengan demikian tidak hanya menandai perjalanan usaha selama enam tahun, tetapi juga menjadi momentum untuk membicarakan penguatan produk lokal, kolaborasi UMKM, legalitas usaha, kualitas produk, serta pengembangan potensi kopi Kuningan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *