KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM – Kebakaran lahan milik Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terjadi di Blok Kiara, Desa Sayana, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB.
Kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan. Puntung tersebut diduga menyulut semak belukar yang berada dalam kondisi kering sehingga api dengan cepat merambat di area lahan.
Informasi mengenai kebakaran tersebut kemudian diterima oleh Babinsa Koramil 1511/Jalaksana, Serka Timor. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Koramil 1511/Jalaksana bersama Polsek Jalaksana, pihak TNGC, aparat pemerintah desa, serta masyarakat setempat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan pemadaman.
Tim gabungan bekerja secara bersama-sama untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area lainnya. Upaya pemadaman dilakukan dengan cepat mengingat kondisi semak dan lahan yang kering berpotensi membuat api kembali membesar.
Berkat respons cepat dan koordinasi seluruh pihak, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.30 WIB. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas juga memastikan kondisi di sekitar lokasi untuk mencegah munculnya kembali titik api.
Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sementara luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 800 meter persegi.
Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Petugas gabungan juga melakukan koordinasi serta mengumpulkan keterangan untuk mengetahui lebih lanjut penyebab terjadinya kebakaran.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama ketika kondisi semak belukar dan lahan sedang kering.
Kewaspadaan dan kepedulian bersama sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang tidak hanya dapat merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengancam keselamatan masyarakat dan kelestarian kawasan TNGC.
alt="WartaNewsTVToday"
style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />










