Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
Kuningan

Film “Stop Bullying” Gelar Casting di Kuningan, Kesempatan Masih Terbuka

×

Film “Stop Bullying” Gelar Casting di Kuningan, Kesempatan Masih Terbuka

Sebarkan artikel ini
Peserta mengikuti proses open casting film layar lebar Aku Bukan Musuhmu Tapi Aku Sahabatmu di Teras Mahar Kabupaten Kuningan dalam kampanye nasional Stop Bullying.
open casting film layar lebar "Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu" yang digelar di Teras Mahar, Jalan Baru KIC, Kabupaten Kuningan untuk mencari pemeran utama dan pemeran pembantu.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM – Antusiasme masyarakat Kabupaten Kuningan terhadap dunia perfilman semakin terlihat. Hal itu tampak dari tingginya minat warga yang mengikuti Open Casting Film Layar Lebar “Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu”, sebuah film bertema kampanye anti perundungan (bullying) yang saat ini sedang mencari pemeran utama maupun pemeran pendukung.

Kegiatan open casting yang berlangsung di Teras Mahar, Jalan Baru KIC, Kabupaten Kuningan, mendapat sambutan positif dari masyarakat berbagai kalangan. Mulai dari pelajar, mahasiswa hingga masyarakat umum hadir untuk mencoba peruntungan menjadi bagian dari produksi film layar lebar yang membawa pesan sosial penting bagi generasi muda Indonesia.

WartaNewsTVToday

Film “Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu” tidak hanya hadir sebagai hiburan semata, tetapi juga diharapkan menjadi media edukasi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya bullying dan pentingnya membangun lingkungan yang aman serta saling menghargai.

Film ini merupakan gagasan yang diproduseri oleh Sultan Sepuh Cirebon Pangeran Kuda Putih dan disutradarai oleh Rd. Beben Firmansyah Arianatareja. Proses produksi ditargetkan selesai dan siap tayang pada Desember 2026.

Kampanye Nasional Stop Bullying

Melalui film tersebut, para kreator ingin menyampaikan pesan bahwa perundungan bukanlah persoalan sepele. Dampaknya dapat memengaruhi kondisi psikologis, mental, hingga masa depan anak-anak dan remaja yang menjadi korban.

Karena itu, film ini dirancang sebagai bagian dari gerakan sosial dan edukasi yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama melawan budaya perundungan.

“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Mereka harus tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying,” menjadi salah satu semangat yang melandasi lahirnya film tersebut.

Didukung Berbagai Tokoh

Produksi film ini juga mendapat dukungan dari berbagai tokoh nasional maupun daerah. Dukungan tersebut menunjukkan bahwa isu perundungan merupakan persoalan bersama yang memerlukan perhatian seluruh elemen masyarakat.

Sejumlah tokoh yang memberikan dukungan di antaranya Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Wali Kota Tangerang Selatan Drs. H. Benyamin Davnie, serta Wali Kota Tangerang Drs. H. Sachrudin.

Selain itu, dukungan juga datang dari kalangan akademisi, anggota legislatif, tokoh perempuan, tokoh masyarakat, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perlindungan anak dan pendidikan karakter generasi muda.

Dari Kuningan untuk Indonesia

Dipilihnya Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan open casting menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat daerah. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa potensi seni peran dan kreativitas generasi muda Kuningan sangat besar.

Melalui film ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menyakiti, kelemahan seseorang bukan bahan ejekan, dan setiap orang memiliki hak untuk hidup serta berkembang tanpa rasa takut.

Pesan utama film ini sederhana namun kuat:

Stop Bullying. Stop Perundungan. Kita Bukan Musuh, Kita Adalah Sahabat.

Pemeran Utama Masih Dicari

Panitia menyampaikan bahwa proses pencarian pemeran masih berlangsung dan kesempatan masih terbuka bagi masyarakat yang memiliki bakat akting serta ingin berpartisipasi dalam film layar lebar tersebut.

Open casting saat ini masih dilaksanakan di:

📍 Teras Mahar
📍 Jalan Baru KIC, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Peserta masih berkesempatan mengikuti seleksi untuk mengisi berbagai karakter, termasuk pemeran utama yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

Melalui film “Aku Bukan Musuhmu, Tapi Aku Sahabatmu”, diharapkan lahir kesadaran bersama bahwa melawan bullying bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Film yang dijadwalkan tayang pada Desember 2026 itu diharapkan menjadi suara bagi anak-anak Indonesia untuk tumbuh, bermimpi, dan meraih masa depan tanpa bayang-bayang perundungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *