KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM— Keberadaan Tugu Dunia di Kabupaten Kuningan menjadi perhatian setelah bangunan tersebut dibongkar. Kondisi fisik yang dinilai sudah kurang terawat, tampak kusam dan buluk, menjadi salah satu alasan mengapa keberadaan tugu tersebut dinilai tidak lagi layak dipertahankan dalam bentuk sebelumnya.
Pembongkaran Tugu Dunia bukan sekadar persoalan membongkar sebuah bangunan. Keberadaan sebuah tugu yang ditempatkan di ruang publik semestinya mampu menjadi representasi wajah daerah. Ketika sebuah bangunan yang disebut sebagai ikon justru terlihat kurang terawat dan tidak memiliki daya tarik visual yang kuat, keberadaannya tentu menjadi bahan evaluasi.
Kuningan sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, budaya, sejarah, dan potensi pariwisata membutuhkan ikon yang mampu mencerminkan karakter daerah. Sebuah ikon tidak cukup hanya berukuran besar atau berada di lokasi strategis. Desain, estetika, makna, serta keterkaitannya dengan identitas daerah juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan.
Kondisi Tugu Dunia yang semakin terlihat kusam dan kurang menarik membuat sebagian masyarakat mempertanyakan relevansinya sebagai ikon. Jika sebuah tugu berada di tempat yang mudah dilihat masyarakat dan menjadi bagian dari wajah kota atau daerah, tentu aspek perawatan dan estetika harus menjadi perhatian utama.
Pembongkaran tersebut dapat menjadi momentum untuk melakukan penataan kembali kawasan sekaligus menghadirkan ikon baru yang lebih representatif. Masyarakat tentu berharap ikon pengganti nantinya tidak sekadar menjadi bangunan baru, tetapi benar-benar mempunyai konsep yang kuat dan mampu menggambarkan jati diri Kuningan.
Ikon baru Kuningan idealnya mengangkat kekuatan lokal, mulai dari keindahan alam, budaya, sejarah, hingga potensi pariwisata. Dengan konsep yang matang, sebuah ikon dapat menjadi landmark yang mudah dikenali sekaligus menjadi daya tarik bagi masyarakat dan wisatawan.
Selain persoalan desain, perencanaan dan pemeliharaan juga perlu menjadi perhatian. Jangan sampai bangunan yang baru dibuat beberapa tahun kemudian kembali mengalami persoalan yang sama karena kurang perawatan. Ikon daerah harus dirancang dengan mempertimbangkan kualitas material, lingkungan sekitar, biaya pemeliharaan, serta keberlanjutan jangka panjang.
Masyarakat juga berharap proses penataan dilakukan secara transparan dan mempertimbangkan aspirasi publik. Jika akan dibangun ikon baru, pemerintah dapat melibatkan seniman, arsitek, budayawan, tokoh masyarakat, serta generasi muda Kuningan dalam menentukan konsep yang paling sesuai.
Dengan demikian, pembongkaran Tugu Dunia dapat menjadi awal dari perubahan yang lebih baik. Bukan hanya mengganti tugu lama dengan bangunan baru, tetapi menghadirkan sebuah landmark yang benar-benar memiliki identitas, estetika, dan nilai kebanggaan bagi masyarakat Kuningan.
Pada akhirnya, sebuah ikon daerah seharusnya bukan hanya terlihat dari bentuknya, tetapi juga mampu bercerita tentang daerah yang diwakilinya. Kuningan membutuhkan ikon yang ketika dilihat masyarakat akan menimbulkan rasa bangga, sementara bagi wisatawan dapat menjadi penanda yang mudah diingat.
alt="WartaNewsTVToday"
style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />










