Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
Kuningan

Dampak Kemarau, Sungai Mulai Mengering di Kuningan

×

Dampak Kemarau, Sungai Mulai Mengering di Kuningan

Sebarkan artikel ini
Kondisi sungai di Kuningan mulai mengering akibat debit air menurun saat musim kemarau
Debit air sejumlah sungai di Kabupaten Kuningan menurun dan sebagian aliran mulai mengering akibat musim kemarau.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM — Musim kemarau mulai berdampak terhadap kondisi sejumlah sungai di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Debit air yang menurun membuat beberapa aliran sungai mulai menyusut bahkan sebagian mengalami kekeringan.

Pantauan di sejumlah wilayah menunjukkan permukaan air sungai semakin rendah. Aliran yang sebelumnya cukup deras kini berubah menjadi lebih kecil dan sudah kering kerontang , sementara beberapa bagian sungai hanya menyisakan genangan air di antara bebatuan dan dasar sungai.

WartaNewsTVToday

Kondisi tersebut mulai dirasakan masyarakat yang memanfaatkan air sungai untuk berbagai kebutuhan, termasuk pertanian dan aktivitas sehari-hari. Penurunan debit air juga menjadi perhatian bagi petani, terutama di wilayah yang masih mengandalkan sumber air permukaan untuk mengairi lahan.

Warga berharap kondisi kemarau tidak berlangsung terlalu lama. Mereka juga mengimbau agar penggunaan air dilakukan secara bijak untuk mengantisipasi berkurangnya ketersediaan air bersih.

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus memantau kondisi sumber-sumber air serta mengambil langkah antisipasi apabila kekeringan semakin meluas. Distribusi air bersih juga dapat menjadi salah satu langkah yang diperlukan apabila masyarakat mulai mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan pokok.

Kondisi sungai yang mulai mengering menjadi salah satu tanda semakin terbatasnya ketersediaan air selama musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air dan menjaga lingkungan di sekitar sumber mata air serta daerah aliran sungai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *