Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
Kuningan

Bupati Kuningan Tegas Akan Tutup SPPG Nakal ,alias Pecat Tidak Sesuai SOP 

×

Bupati Kuningan Tegas Akan Tutup SPPG Nakal ,alias Pecat Tidak Sesuai SOP 

Sebarkan artikel ini
Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar memimpin rapat koordinasi pengawasan Program MBG di Gedung Setda Kuningan
Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar memimpin Rakor Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (P3MBG) untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Kuningan memperkuat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan menutup SPPG alias Pecat di Kuningan yang nakal juga tidak SOP. agar tidak hanya memenuhi target penerima manfaat, tetapi juga berdampak nyata terhadap kesehatan, pendidikan, dan perekonomian masyarakat

Hal tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat memimpin Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (P3MBG) di Ballroom Arya Kamuning, Gedung Setda Kuningan,

WartaNewsTVToday

Bupati menegaskan keamanan pangan menjadi prioritas utama. Seluruh SPPG diminta menerapkan standar ketat guna mencegah gangguan kesehatan atau keracunan makanan. Kualitas gizi, khususnya bagi ibu hamil dan balita, juga harus menjadi perhatian.

Selain itu, pelaksanaan MBG diminta dievaluasi berbasis data, termasuk dampaknya terhadap penurunan stunting, kehadiran siswa, kondisi kesehatan, dan kemampuan belajar.

Pemkab Kuningan juga mendorong MBG menjadi penggerak ekonomi lokal dengan mengoptimalkan bahan pangan dari petani, peternak, UMKM, BUMDes, koperasi, dan pelaku usaha daerah.

Bupati turut menegaskan agar jajaran pemerintah tidak memiliki kepentingan pribadi dalam pelaksanaan MBG. Pengawasan harus dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai ketentuan.

Saat ini, sebanyak 183 SPPG di Kabupaten Kuningan melayani sekitar 384.156 penerima manfaat. Sebanyak 172 SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi, sementara seluruh SPPG telah memiliki IPAL.

Sekda Kuningan sekaligus Ketua Satgas P3MBG, U Kusmana, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan MBG membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi dan menekan stunting, tetapi juga membuka lapangan kerja serta memperkuat perekonomian masyarakat.

Melalui pengawasan, kolaborasi, dan evaluasi berkelanjutan, Pemkab Kuningan menargetkan MBG memberikan manfaat yang terukur dan semakin luas bagi masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *