Scroll untuk baca artikel
alt="WartaNewsTVToday" style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />
AgamaKuningan

Dua  Pentolan KUA Pisah Sambut Penuh Haru, H. Sumarna dan H. Aang Dapat Amanah di Wilayah Baru

×

Dua  Pentolan KUA Pisah Sambut Penuh Haru, H. Sumarna dan H. Aang Dapat Amanah di Wilayah Baru

Sebarkan artikel ini
Acara pisah sambut Kepala KUA Cipicung dan Darma berlangsung penuh haru sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi pelayanan masyarakat
Suasana haru mewarnai pisah sambut H. Sumarna dan H. Aang yang mendapat amanah baru dalam pelayanan keagamaan di Kabupaten Kuningan.

KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM – Suasana penuh haru mewarnai acara pisah sambut dua kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang selama ini dikenal sebagai sosok penting dalam memberikan pelayanan keagamaan dan kemasyarakatan di wilayah masing-masing.

Pisah sambut tersebut menjadi momentum istimewa bagi H. Sumarna, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Cipicung, dan H. Aang, yang sebelumnya dipercaya memimpin KUA Kecamatan Darma. Keduanya kini mendapat amanah baru untuk melanjutkan pengabdian di wilayah berbeda.

WartaNewsTVToday

H. Sumarna, yang selama ini dikenal aktif memimpin dan mengembangkan pelayanan KUA Kecamatan Cipicung, kini beralih tugas sebagai Kepala KUA Wilayah Darma. Sementara itu, H. Aang yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala KUA Darma, mendapat amanah baru sebagai Kepala KUA Wilayah Kecamatan Sindangagung.

Pergantian tugas tersebut bukan sekadar perpindahan jabatan, tetapi menjadi bagian dari dinamika organisasi sekaligus bentuk penyegaran dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Momen pisah sambut berlangsung dengan suasana kekeluargaan. Raut wajah haru terlihat dari para pegawai, tokoh agama, penghulu, penyuluh agama, serta masyarakat yang selama ini bersentuhan langsung dengan pelayanan kedua sosok tersebut.

Bagi keluarga besar KUA Kecamatan Cipicung, sosok H. Sumarna meninggalkan kesan mendalam. Selama menjalankan tugas, berbagai program pelayanan keagamaan dan administrasi pernikahan menjadi bagian dari pengabdiannya kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinannya, KUA tidak hanya dipandang sebagai lembaga yang melayani urusan pencatatan pernikahan, tetapi juga menjadi salah satu garda terdepan dalam memberikan pembinaan keagamaan dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Kepindahan H. Sumarna ke wilayah Darma pun menjadi sebuah babak baru dalam perjalanan pengabdiannya. Amanah tersebut diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman dan semangat pelayanan yang selama ini telah dibangun di Cipicung ke tempat tugas yang baru.

Sementara itu, H. Aang juga meninggalkan sejumlah kenangan bagi keluarga besar dan masyarakat Kecamatan Darma. Selama memimpin KUA Darma, ia dikenal dekat dengan para pegawai, tokoh agama, penghulu, penyuluh, serta masyarakat.

Berbagai kegiatan keagamaan dan pelayanan masyarakat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kiprahnya selama bertugas di Darma. Karena itu, ketika kabar perpindahan tugas disampaikan, suasana haru pun tidak dapat dihindarkan.

Bagi sebagian pihak, perpisahan tersebut terasa berat karena hubungan yang telah terjalin selama menjalankan tugas bukan hanya sebatas hubungan kedinasan, tetapi juga telah berkembang menjadi ikatan kekeluargaan.

Dalam suasana penuh haru, pesan dan kesan disampaikan sebagai bentuk penghargaan sekaligus ucapan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan amanah.

Pergantian pimpinan di lingkungan KUA juga diharapkan tidak memutus semangat pengabdian. Sebaliknya, perpindahan tugas menjadi momentum untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan sekaligus menghadirkan inovasi baru sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

H. Sumarna kini akan menghadapi tantangan baru di wilayah Darma. Pengalaman selama memimpin KUA Kecamatan Cipicung menjadi bekal penting untuk menjalankan amanah tersebut. Dengan karakter masyarakat dan dinamika pelayanan yang berbeda, diperlukan kemampuan adaptasi, komunikasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

Begitu pula H. Aang yang kini dipercaya mengemban tugas di wilayah Kecamatan Sindangagung. Amanah baru tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi dirinya untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam meningkatkan pelayanan keagamaan dan membangun sinergi dengan masyarakat.

Pergantian kedua kepala KUA tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian di lingkungan Kementerian Agama merupakan sebuah perjalanan yang dinamis. Seorang pejabat tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas di satu tempat, tetapi juga siap ketika diberikan amanah untuk mengabdi di wilayah lain.

Di tengah perkembangan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks, keberadaan KUA memiliki peran yang semakin strategis. Selain pelayanan pencatatan pernikahan, KUA juga menjadi bagian penting dalam pembinaan keluarga sakinah, moderasi beragama, penyuluhan keagamaan, wakaf, zakat, serta berbagai pelayanan sosial-keagamaan lainnya.

Karena itu, sosok kepala KUA dituntut mampu menjadi pemimpin yang dekat dengan masyarakat sekaligus mampu membangun koordinasi dengan berbagai lembaga dan tokoh masyarakat.

Pisah sambut H. Sumarna dan H. Aang pun menjadi pengingat bahwa setiap perjumpaan dalam perjalanan pengabdian akan selalu memiliki cerita dan kenangan tersendiri.

Air mata yang hadir dalam suasana perpisahan bukan semata-mata karena berakhirnya sebuah kebersamaan, melainkan juga menjadi simbol penghargaan atas dedikasi dan kebersamaan yang telah terjalin selama menjalankan tugas.

Ucapan selamat dan doa pun mengiringi langkah keduanya menuju tempat tugas masing-masing. Keluarga besar KUA Cipicung dan Darma berharap, pengalaman serta nilai-nilai positif yang telah dibangun selama ini dapat terus dibawa ke tempat pengabdian yang baru.

H. Sumiarna diharapkan mampu melanjutkan pengabdian dan memberikan warna positif di KUA Wilayah Darma. Begitu juga H. Aang, diharapkan dapat membawa semangat yang sama dalam menjalankan amanah sebagai Kepala KUA Wilayah Kecamatan Sindangagung.

Pergantian tersebut pada akhirnya bukan tentang siapa yang pergi dan siapa yang datang, melainkan tentang bagaimana amanah pelayanan kepada masyarakat terus berjalan dari waktu ke waktu.

Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan ketulusan dalam melayani, dua kepala KUA tersebut kini melangkah menuju medan pengabdian baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *