KUNINGAN, WARTANEWSTVTODAY.COM — Pelaksanaan pameran dalam rangka Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan tahun 2026 menuai sorotan. Di tengah konsep baru yang diusung Pemerintah Kabupaten Kuningan, muncul dugaan adanya keuntungan yang diperoleh penyelenggara melalui mekanisme income/IO dari pelaksanaan pameran tersebut.
Pemkab Kuningan tahun ini mengubah konsep pameran pembangunan menjadi Pameran Kerajaan Kopi Kuningan, dengan mengangkat potensi kopi daerah sekaligus memadukannya dengan unsur budaya. Pemerintah daerah juga menyatakan anggaran untuk rangkaian Hari Jadi telah disiapkan, meski pelaksanaannya tetap diarahkan untuk melakukan penghematan.
Namun demikian, hingga kini belum terdapat informasi terbuka yang secara rinci menjelaskan besaran pemasukan dari penyelenggaraan pameran, termasuk mekanisme income atau IO, pihak yang menerima pemasukan, serta penggunaannya.
Dugaan tersebut penting diklarifikasi mengingat kegiatan Hari Jadi merupakan rangkaian kegiatan pemerintah daerah yang melibatkan kepentingan publik. Transparansi mengenai sumber pemasukan dan pengeluaran menjadi penting agar masyarakat dapat mengetahui apakah kegiatan tersebut semata-mata menjadi sarana promosi potensi daerah atau juga menghasilkan keuntungan bagi pihak tertentu.
Sebelumnya, dalam penyelenggaraan Pameran Pembangunan Kuningan, pemerintah daerah memang melibatkan Perumda Aneka Usaha. Dokumen pedoman Hari Jadi Kuningan 2024 juga mencantumkan mekanisme pendaftaran stand serta koordinasi teknis dengan panitia PHBN dan Perumda Aneka Usaha.
Pada penyelenggaraan tahun 2022, pameran bahkan dilaporkan memiliki sekitar 175 stand yang terdiri atas stan informasi perangkat daerah, bazar UMKM dan sponsor.
Karena itu, publik perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka mengenai skema pengelolaan pameran tahun 2026, terutama apabila terdapat pungutan atau pemasukan dari peserta, tenant, sponsor maupun pihak lainnya.
Pertanyaan yang perlu dijawab antara lain: berapa total pemasukan dari pameran, berapa biaya penyelenggaraan, siapa pengelola dan penerima pemasukan, serta apakah terdapat keuntungan bersih dan ke mana keuntungan tersebut dialokasikan.
Sampai ada penjelasan resmi dan dokumen pendukung, dugaan adanya keuntungan dari IO tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta. Klarifikasi dari panitia Hari Jadi, Pemkab Kuningan, maupun pihak pengelola pameran diperlukan agar informasi yang beredar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat.
Transparansi bukan sekadar soal angka, tetapi juga bagian penting dari pertanggungjawaban setiap kegiatan yang menggunakan atau berkaitan dengan kepentingan publik.
alt="WartaNewsTVToday"
style="width: 425px; height: 280px; object-fit: contain; display: block; margin: 0 auto;" />











